sub.bag. akademik fp – ub

24Apr/120

remunerasi adalah

Remunerasi; Harapan Kesejahteraan PNS

Berita mengenai Remunerasi ini sangatlah mengusik kecemburuan di antara para pegawai negeri (PNS) diberbagai instansi pemerintah maupun swasta (BUMN). Sejumlah komentar dari berbagaia kalangan bermunculan terkait kabar “remun” tersebut. Hal tersebut juga disampaikan Drajad Wibowo bahwa “Pemberian remunerasi terhadap PNS tidak bisa didasarkan atas pertimbangan Politis, tetapi dengan melihat secara universal kepada semua lembaga kementerian dan lembaga non-departemen lainnya sehingga lebih merata dan adil. Beliau juga menambahkan, jika akan dibedakan, penetapannya harus didasarkan atas kriteria kinerja yang objektif dan transparan, misalnya menggunakan audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Jika hasil audit sudah dianggap wajar dan layak memenuhi tanpa syarat, lembaga tersebut bisa menerima tunjangan remunerasi. Sementara, yang masih ada syarat, tambahan remunerasi diberikan secara bertahap dengan nilai yang rendah.

Dari kalangan PNS sendiri, kebijakan remunerasi (kesejahteraan) tersebut masih dianggap ada unsur diskriminatif yang sangat tidak berimbang dan menimbulkan kecemburuan yang sangat besar antara PNS Pusat dengan PNS Daerah. Misalnya, Tunjangan khusus ala Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, dan Departemen Keuangan pada hakekatnya bagian dari remunerasi. Bagi PNS/ Polri/TNI mungkin akan iri dan mengecam keras bahwa kebijakan itu sangatlah diskriminatif. Argumen tersebut diprotes kalangan masyarakat yang merasa bahwa pemberian remunerasi dianggap tidak tepat waktunya, dengan alasan bahwa dengan kondisi perekonomian yang masih carut marut dengan ditandainya PHK tenaga kerja secara besar-besaran yang justru memerlukan bantuan biaya dan tenaga honorer yang masih kesulitan mendapat kehidupan yang layak, malah sebaliknya Remunerasi diberikan kepada lembaga yang seharusnya tidak menjadi prioritasnya. Pertanyaannya; Apakah Pemberian Remunerasi ini akan Merata, serta Kapan Kita bisa memperoleh Tunjangan Kesejahteraan tersebut?

Remunerasi

Remunerasi diartikan sebagai imbalan kerja yang berupa gaji, honor, tunjangan tetap, insentif, bonus atas prestasi, pesangon, dan/dana pensiun. Remunerasi merupakan penghasilan yang bisa diperoleh dan dibelanjakan oleh pegawai atau karyawan (take home pay) atas hasil pekerjaan yang telah dilakukan. Senada dengan pernyatan Flipo (1961) bahwa remunerasi adalah harga untuk jasa-jasa yang telah diberikan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi, dalam bentuk imbalan (dana/barang) apapun yang diberikan kepada setiap pegawai/karyawan yang jumlahnya relatif besar itu disebut tunjangan remunerasi.

Tunjangan kesejahteraan ini hanya diberikan kepada mereka yang memiliki kinerja, prestasi, dan berproduktivitas tinggi dalam profesinya. Sedangkan, bagi yang malas tentunya akan lambat menerima tunjangan ini, dengan kata lain “Pinter Goblok Tidak Berpenghasilan Sama”. Sehingga anggapan dulu sudah tidak berlaku lagi, bahwa tidak ada korelasi yang positif antara kinerja dengan penghasilan, artinya antara pegawai/karyawan yang berkinerja baik maupun tidak baik memiliki penghasilan yang sama.

Fakta inilah yang mendorong pemerintah untuk mengubah sistem penggajian yang lebih baik. Untuk itu dalam pemberlakuan remunerasi, pemerintah sudah menerapkan beberapa formulasi diantaranya;

Remunerasi terdiri dari gaji pokok ditambah tunjangan-tunjangan yang selama ini diperoleh pegawai ditambah dengan tunjangan remunerasi

Remunerasi terdiri dari gaji pokok dan tunjangan remunerasi. Jadi, Selama ini apakah kita sudah mendapatkan?

Remunerasi sama dengan gaji, artinya remunerasi merupakan gabungan gaji pokok, tunjangan-tunjangan yang selama ini kita sudah dapatkan.

Remunerasi memang bukan obat mujarab, tetapi bagi pemerintah merupakan solusi untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja birokrasi dan pembenahan sistem tatakelola penggajian yang lebih baik dari masa sebelumnya. Pada prinsipnya, pemberian remunerasi berfungsi sebagai pendorong bagi setiap instansi pemerintah untuk melakukan reformasi birokrasi (RB).

Evaluasi dan Penutup

Seperti halnya pernyataan yang tersirat di atas, mengenai wacana remunerasi tentunya banyak muncul pertanyaan dan selanjutnya kita dapat mengevaluasi bersama akan wacana tersebut. Terkait dengan konteks judul diatas, mari kita diskusi dan share untuk menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini;

Apakah Remunerasi hanya sekedar wacana di kalangan para Intansi/PNS yang belum memperolehnya?

Apakah tunjangan remunerasi akan kita dapatkan secara merata dan adil?

Kapankah kita bisa menerima tunjangan remunerasi?

Referensi:
Baderi. Kapan Kita Menerima Remunerasi? Dalam Majalah Sanapati, Ed.1 Tahun I Mei 2008

Filed under: UMUM Leave a comment
Comments (0) Trackbacks (0)

No comments yet.


Leave a comment

Trackbacks are disabled.