sub.bag. akademik fp – ub

22Nov/12Off

Kompetensi di LokNas FKPTPI ke-XII

Kompetensi adalah apa yang harus dimiliki oleh karyawan agar mampu melakukan tugas dan tanggungjawabnya di suatu jabatan secara efektif melalui penggunaan yang tepat dari keterampilan (skills), pengetahuan (knowledge) dan sikap (attitude). Itulah pengertian dari kompetensi secara umum, yang diungkapkan oleh Direktur PT. Astra Agro Lestari, Tbk saat presentasi di Lokakarya Nasional FKPTPI ke-XII di Batu. Beliau menambahkan bahwa Motivational Fit, Energy, Self Confidence, Social Relationship, Communication, Tolerance for Stress, Willingness to Learn, Analitytical Thinking hingga Team Work menjadi bagian utuh dalam mencari calon karyawan yang potensial.

Dengan banyaknya lulusan Sarjana Pertanian yang tidak bekerja pada bidangnya (termasuk program sarjana lain), tumbuhnya wirausahawan pertanian meskipun tidak memiliki basis pendidikan S-1 Pertanian, kemudian adanya jurang pemisah antara kebutuhan dunia industri dan kompetensi lulusan Sarjana Pertanian, hingga kurangnya fighting spirit lulusan sarjana saat ini, di ungkap oleh Dirut PTPN XI yang diwakili oleh Ir. Adig Suwandi, MSc. saat presentasinya. Berbagai fenomena seputar dunia pertanian yang terjadi di Indonesia juga menjadi pertanyaan sendiri oleh Adig, bagaimana para akademisi Fakultas Pertanian dapat menjawab dengan tepat nantinya.

Promosi mengenai banyaknya peluang kerja yang dapat diraih oleh lulusan Pertanian termasuk kebutuhan engineer di bidang pertanian serta bidang wirausaha yang menjanjikan sekalian publikasi intensif mengenai pentingnya pertanian dan studi yang diperlukan untuk mengatasi persoalan bangsa disertai kurikulum yang adaptif terhadap perubahan termasuk tuntutan multi-skill tanpa melupakan pengembangan soft-skills mahasiswa pertanian menjadi masukan dari Ir. Adig kepada para akademisi bidang pertanian dalam menjawab kebutuhan pasar.

Berbagai bahasan menarik muncul di saat acara Lokakarya Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Indonesia (FKPTPI) ke-XII selama tiga hari dari Senin (28/5) kemarin.

Loknas FKPTPI ke-XII kali ini diadakan di hotel Kusuma Agrowisata – Batu oleh Fakultas Pertanian UB dan diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari berbagai PTS dan PTN di seluruh Indonesia. Loknas ini mengangkat tema Penguatan Kompetensi Pendidikan Tinggi Pertanian Menuju Persaingan Global yang mengundang berbagai narasumber seperti: Wakil Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Direktur Utama PT. Astra Agro Lestari, Tbk dan Direktur Utama PT. Perkebunan Nusantara XI.

Pada tahun 1998 Indonesia mengalami krisis ekonomi yang menyebabkan semakin merosotnya lulusan SMA sederajat memasuki Fakultas Pertanian. Pada saat itulah FKPTPI bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional saat itu dalam memperbaiki citra Fakultas Pertanian. Turunnya minat mahasiswa pada Fakultas Pertanian dimulai tahun 2000 hingga mencapai titik terendah pada 2006, contohnya FPUB saat itu hanya menerima 300 mahasiswa baru. Tahun 2011, mengalami peningkatan 400 persen menjadi 1200 mahasiswa. Dengan keluarnya Surat Keputusan yang mendukung 2 (dua) program studi yang generalis telah mendukung pengembangan dunia pertanian. Kali ini sekiranya kompetensi apa yang menjadi keinginan atau harapan dari stakeholder terkait. FKPTPI ingin meningkatkan konten yang diperlukan oleh stakeholder sehingga sinergi tersebut terbentuk dalam kurikulum yang terencana. Profesor Sumeru Ashari selaku Sekretaris Jendral FKPTPI melengkapi bahwa dalam upaya peningkatan kompetensi pendidikan tinggi pertanian menuju persaingan global berbagai aspek output (kompetensi) mahasiswa dapat menjadi pertimbangan utama.

Pengalaman krisis pada tahun 2003 menunjukkan bahwa sektor pertanian merupakan sektor strategis, di saat berbagai sektor lainnya mengalami krisis, pertanian dapat tumbuh positif meski tidak terlampau tinggi. Perkembangan sebesar 5 persen sudah sangat tinggi bagi sektor pertanian. Pertanian pula menjadi penggerak industri besar di Indonesia. Pada bulan Januari 2011 Menteri Pertanian telah menetapkan tim penyusun strategi induk pertanian. Dengan adanya Free Trade Agreement, instrumen teknis diperlukan untuk menyiasati berbagai kemungkinan nantinya, yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementan, Ir. Hari Priyono, MSc. saat membuka diskusi publik FKPTPI.

Pembukaan diskusi publik saat Loknas FKPTPI ke-XII dimulai dengan penjabaran Strategi Induk Pembangunan Pertanian 2012-2045, menuju arah Pertanian Mandiri, Maju, Adil dan Makmur. Sebagian materi juga mengangkat pertanian sebagai bagian integral pembangunan nasional, paradigma petanian untuk pembangunan, serta transformasi pertanian sebagai poros dan penggerak transformasi perekonomian nasional.

Pembahasan mengenai “Konsep dan Implementsi Sertifikasi Profesi di Bidang Pertanian” dan “Konsep dan Implementasi Penjaminan Mutu di Bidang Pertanian” serta “Konsep dan Implementsi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia di Perguruan Tinggi” juga menjadi diskusi yang diberikan saat lokakarya berlangsung.
sumber

Filed under: UMUM Comments Off
Comments (0) Trackbacks (0)

Sorry, the comment form is closed at this time.

Trackbacks are disabled.