sub.bag. akademik fp – ub

24Apr/120

kebiasan buruk mahasiswa

tidak ada pribadi yang baik atau buruk, cerdas atau sebaliknya. orang bilang karakter adalah faktor bawaan, tapi tidakkah kita lupa bahwa bahwa kebiasaan kita sejak kecil yang di contohkan oleh orang disekeliling kita terutama kedua orang tua kita berperan penuh dalam membentuk karakter kita??

setiap orang berhak menjadi pribadi sukses, masalahanya, apakah setiap orang menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari orang-orang yang bisa sukses? Sekalilagi kita perlu meninjau kembali bagaimana kebiasaan yang mengakar pada pola pikir kita. karena itu yang mengendalikan kita nantinya dalam menentukan kesuksesan

mengamati keberadaan mahasiswa di kampus rasanya perlu, setiap orang meninjau kembali sebenarnya apa tujuan mereka datang kekampus. Banyak sekali mahasiswa yang tidak punya kerangka tujuan yang terarah, kecuali menjadi seorang sarjana, atau bahkan hanya tuntutan dari orang tua yang menginginkan buah hatinya untuk menjadi seorang sarjana. tidak adanya kerangka tujuan yang tepat inilah yang kemudian menjadikan kebiasaan buruk mahasiswa.

Mari kita cermati beberapa kebiasaan buruk di kampus secara umum saat ini, dengan maksud merubahnya menjadi baik.

(copy paste) saat mengerjakan tugas.
adalah bentuk perbuatan yang tidak kreatif, sangat merugikan diri sendiri. pola pikir kita menjadi tumpul, biasanya orang yang mempunyai kebiasaan ini akan cenderung untuk kesulitan dalam memecahkan suatu masalah, dan cenderung tidak punya lagi rasa percaya diri sehingga keputusan-keputusan yang akan diambilnya pun coba-coba dan cenderung nekat. Dan bisa dibayangkan, dengan mudahnya karya seseorang di jiplak begitu saja, belum tentu apa yang ada dalam fikirannya sama dengan si penulis yang dengan susah payah tentunya dia menorehkan karya tulisnya. Disamping merugikan diri sendiri, hal ini memprihatinkan. Sebab, dosen bisa saja salah mendiagnosa kemampuan mahasiswa, yang dikiranya baik dalam mengerjakan tugas, ternyata hanya seorang plagiat yang tidak mau berupaya berkarya atas kemampuan dirinya. Sayang kalau hal ini terjadi di lingkngan kampus kita ini.

Menyontek waktu ujian.
Ini adalah perbuatan curang yang menjadi suatu kebiasaan. mereka tidak percaya dengan kemampuannya sendiri, dan menganggap orang lain lebih bisa dan lebih baik dari dirinya sendiri, padahal apa yang diconteknya belum tentu adalah jawaban yang benar.

Lupa diri
Menjadi Mahasiswa adalah suatu kebanggaan tersendiri, dari SLTP menjadi SLTA sepertinya sudah biasa, tapi ketika berada dilingkungan kamus dari siswa menjadi mahasiswa dianggap sesuatu yang luar biasa.Image yang tertanam dalam fikiran inilah yang kemudian menjadi bumerang, sehingga tidak sedikit mahasiswa yang lebih membanggakan statusnya sebagai mahasiswa yang kemudian mengesampingkan intelektualitasnya
ketika didalam kampus mahasiswa tertekan dengan aturan aturan yang menjadi pagar bagi mahasiswa, akan tetapi ketika sudah berada diluar kampus, jadi semau gue, tidak ada lagi kontrol yang bisa mengarakterkan diri sebagai seorang mahasiswa

Internetan, SMS-an, chating dan lupa buka-buka buku
Kampus sebagai tempat berkumpulnya intelek dan calon intelek, menjadi lahan basah kecanggihan teknologi.
Tidak sediki provider seluler menancapkan cakarnya di kampus-kampus PT. Baik HP maupun WiFi sudah bukan lagi barang mewah. Dengan alasan memudahkan akses fasilitas kampus –lihat nilai, mata kuliah, dosen wali dsb— teknologi sistem informasi merambah kampus. Sehingga, kita bisa dengan mudah melihat mahasiswa lebih asyik browsing internet, SMS-an dan chating, dibandingkan harus duduk manis di perpustakaan yang membosankan dengan segudang birokrasinya.
...................

Filed under: MAHASISWA Leave a comment
Comments (0) Trackbacks (0)

No comments yet.


Leave a comment

No trackbacks yet.