sub.bag. akademik fp – ub

24Apr/120

seberapa korupkah saya??

Korupsi tidak melulu selalu harus dikaitkan dengan problematika yang kompleks dalam ruang linkup makro. Sesederhana dan sekecil apapun bentuknya, korupsi tetaplah korupsi. Bukankah segala sesuatu yang besar bermula dari yang kecil? Kalau uang saja sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit, maka korupsi pun sama: kecil-kecil lama-lama bagi hasil.
Sebagai PNS yang notabene adalah abdi negara, jangan serta merta melakukan penghakiman terhadap orang lain yang diduga-duga adalah koruptor. Mungkin ada baiknya bila berkaca lebih dulu, seberapa koruptorkah saya?

Sengaja datang terlambat ke kantor dengan 1001 alasan,
titip fingerprint, meninggalkan kantor saat jam kerja, pake telepon kantor untuk keperluan pribadi atau sekedar browsing yang ga jelas,
dan terkadang mata kita hijau saat melihat tinta, kerta HVS, dll ngaggur di meja karena kebetulan dirumah lagi kehabisan tinta printer dan kertas untuk tugas anak-anak dan masih banyak lagi macamnya, ini adalah merupakan bentuk-bentuk korupsi yang tak kasat mata, bahkan dianggap hal yang biasa karena sudah ‘membudaya’. Begitu pula di jalan raya, bentuk-bentuk pelanggaran kecil seperti menerobos lampu merah dan tidak menggunakan helm atau sabuk pengaman juga dapat diidentifikasikan sebagai bentuk awal korupsi. Apakah ada di antara Anda yang tidak pernah melakukannya?
Tindak korupsi bukan hanya berarti penggelapan uang negara untuk kepentingan pribadi seperti yang selama ini terus menerus muncul kasusnya serta menjadi sorotan media dan konsumsi publik.

seberapa korupkah kita???

Filed under: UMUM Leave a comment
Comments (0) Trackbacks (0)

No comments yet.


Leave a comment

Trackbacks are disabled.