sub.bag. akademik fp – ub

19Nov/120

Modus penipuan dengan memanfaatkan telepon seluler

Siang kemarin, 18 Nopember 2012, tetangga saya bernama Mas Oir panik serasa gak bisa berbuat apa-apa ketika ada seorang yang yang mengaku adiknya yang bernama Toyo menelponnya dengan tangis yang mengabarkan kalau dia kecelakaan. Mobilnya menabrak pengguna jalan dan meninggal dunia. Menurut Toyo masih melalui telepon seluler kasusnya saat ini ditangani polisi yang kebetulan sedang melintas di lokasi kejadian. Oir tetangga diminta menyediakan uang Rp. 15 juta karena menurut kesepakatan Toyo adiknya dan polisi yang menangani kasusnya akan diselesaikan secara damai. Sebenarnya Oir kakak Toyo ini bukanlah orang yang mudah dikelabuhi, akan tetapi suara dan logat bicara penelpon yang sangat persis dengan suara adiknyalah yang membuatnya terperdaya. Sedangkan HP milik Toyo sediri tidak dapat dihubungi. Beruntung setengah jam kemudian teman dekat Toyo yang berhasil dihubungi memberikan informasi bahwa Toyo sedang berada dirumahnya.
Malam harinya tepat pukul 24.00 dini hari ketika saya akan beranjak tidur tiba-tiba telepon rumah berdering. Begitu saya angkat terdengar suara yang mirip saudara saya yang menangis terisak-isak mengabarkan kalau dirinya kecelakaan dengan cerita yang sama persis dengan kejadian yang dialami Oir tetangga saya siang hari nya. Sehingga saya menanggapinya dengan cukup santai saja. Barangkali nada suara saya yang tampak tidak menunjukkan rasa cemas dan kaget inilah yang kemudian membuat penelpon menutup telponnya. Barangkali dia sudah menyadari bahwa ide buruknya sudah tercium maksudnya.
Nah ini sedikit cerita yang perlu saya sampaikan, agar kita lebih waspada bahwa modus penipuan sangat bermacam-macam. Dan kemajuan teknologi ini tentunya diiringi dengan semakin tingginya angka kejahatan, jadi, ….. waspadalah …… waspadaah !!!!

Filed under: UMUM Leave a comment
Comments (0) Trackbacks (0)

No comments yet.


Leave a comment

Trackbacks are disabled.